VEGETARIAN

Good Questions Good Answers:
Bersama Ven S. Dhammika

Sayuranisme

  1. Apakah umat Buddha harus menjadi sayuranis (berpantang makan daging?

    Tidak perlu. Sang Buddha sendiri bukan seorang sayuranis (vegetarian). Beliau tidak pernah mengajarkan siswa-siswa-Nya untuk menjadi sayuranis, dan hingga kini banyak umat Buddha yang baik tanpa harus menjadi sayuranis.

  2. Tetapi, bila Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda bertanggung jawab atas kematian suatu makhluk. Tidakkah ini merupakan pelanggaran sila pertama?

    Memang benar jikalau Anda menyantap daging, secara tak langsung Anda kebagian tanggung jawab atas terbunuhnya suatu makhluk, namun tanggung jawab yang sama juga timbul ketika anda menyantap sayuran. Petani harus menyemprotkan insektisida dan racun pembunuh hama untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dan akhirnya sampai ke hidangan Anda. Dan untuk ke sekian kalinya, hewan harus terbunuh untuk menyediakan kulit sebagai bahan sepatu, sabuk, atau tas yang Anda pakai, diambil minyaknya untuk keperluan manusia, bahkan obat-obatan pun melibatkan pembunuhan hewan percobaan. Tidaklah mungkin untuk hidup tanpa harus bertanggung jawab secara tak langsung terhadap kematian makhluk lain/ Inilah salah satu contoh yang dimaksud dalam Kesunyataan Mulia Pertaam, kondisi hidup pada umumnya adalah penderitaaan dan ketidakpuasan. Yang dimaksud dengan Sila Pertama, kita melatih diri untuk tidak bertanggung jawab secara langsung terhadap pembunuhan makhluk hidup.

  3. Namun umat Buddha aliran Mahayana tidak menyantap daging.

    j: Itu tidak benar. Agama Buddha Mahayana di Cina memang menekankan untuk menjadi sayurnis, namun dalam tradisi Mahayana di Jepang dan Tibet baik biarawan maupun umatnya juga menyantap daging.

  4. Tapi saya rasa seorang umat Buddha seharusnya menjadi sayuranis.

    Misalkan ada seseorang yang menjalankan sayuranisme dengan sangat ketat, namun bersifat egois, tidak jujur, dan licik; di lain pihak ada seseorang yang bukan sayuranis tetapi bersifat tenggang rasa, jujur, baik, dan bijaksana. Di antara kedua macam orang itu, manakah yang lebih layak disebut umat Buddha yang baik?

  5. orang yang kedua

    Mengapa?

  6. Karena orang semacam itu jelas berbudi luhur

    Tepat. Orang yang menyantap daging bisa saja memiliki hati yang suci, sebaliknya orang yang berpantang makan daging bisa sja berhati busuk. Dalam ajaran Buddha, hal yang terpenting adalah kualitas hati Anda, bukannya menu makanan Anda! Banyak umat Buddha yang berpantang keras makan daging, namun mereka kadang kurang menyadari bahwa mereka tetap memiliki sifat egois, tidak jujur, kejam, atau dengki. Mengubah menu makanan bukannya hal yang sulit, sebaliknya mengubah hati dan pikiran tidaklah mudah. Jadi baik Anda seorang sayuranis atau bukan, ingatlah bahwa penyucian pikiran adalah hal yang paling penting dalam ajaran Buddha.


Copyright © 2000 Bodhi Buddhist Centre Indonesia. All rights reserved.

geovisit();

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: