Agama Buddha Dan Pacaran

Tanya Jawab Dhamma:
Bersama YM. Bhikkhu Uttamo Thera

Agama Buddha Dan Pacaran

  1. Apakah Agama Buddha mengharuskan Umatnya untuk menikahi pasangan yang seagama ?

    Dalam Dhamma diterangkan bahwa dengan memiliki agama yang sama, satu pasangan akan mempunyai kesempatan memperoleh kebahagiaan, disamping harus sama pula kemoralannya, kedermawanannya dan juga sama kebijaksanaannya.

  2. Bagaimana bila si pacar meminta kita untuk pindah agama? (meninggalkan agama Buddha)

    Kita harus merenungkan kurang dan lebihnya suatu agama, serta kecocokan seseorang dalam beragama. Dalam Dhamma disebutkan bahwa orang yang mengenal Dhamma adalah orang yang berjalan dari tempat gelap menuju ke tempat yang terang….. maukah kita berjalan ke arah yang sebaliknya?

    Hal lain yang harus direnungkan adalah, disebutkan pula bahwa seseorang hendaknya rela mengorbankan harta, anggota tubuhnya dan bahkan kehidupanannya untuk melestarikan Dhamma. Apakah sudah selayaknya dia menyerahkan Dhamma untuk pasangan hidupnya?

  3. Apakah seorang umat Buddha mempunyai kewajiban untuk membuat pacar menjadi seorang Buddhis?

    Sesungguhnya secara tertulis tidak ada hal itu, namun sebagai orang yang mencintainya, kalau kita merasakan Dhamma bermanfaat, kenapa tidak kita bagikan kepadanya? Bukankah kalau ada restoran enak, dia akan kita ajak juga? Kenapa urusan agama kita jadi malu2?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: