HARI RAYA IMLEK

                                KEBAKTIAN IMLEK VIHARA PATRIA DHARMA

SELATPANJANG
Pada tanggal 18 Februuari 2007, kira – kira pukul 10.00 WIB, di Vihara Patria Dharma melakukan Kebaktian dalam rangka memperingati hari Imlek. Kebaktian tersebut dilaksanakan dengan mengunakan tradisi Mahayana yaitu Kebaktian Liam Keng serta membaca sutra-sutra dengan Pemimimpin Kebaktian terdiri dari :

01. Romo Pandita Gautama Badra/Pak Ationg untuk memegang Ta Cong/Lonceng

02. Ibu Haryati untuk memegang MUI

03. Sdr. Handi Budi Jono untuk memegang Incing

04. Bapak Ngasrikan untuk memegang Tang

05. Sdr. Suwandi untuk memegang Ciam

06. Bapak Roch Aksiadi untuk memegang Tambur

07. Sdri. Mariana membantu membaca Sutra

08. Sdri. Erwina membantu membaca Sutra

Didalam Kebaktian itu umat Buddha Selatpanjang melakukannya dengan Hikmat dan berjalan dengan lancar. Hadir juga di acara kebaktian itu Bapak Sisi atau bapak Harly,SE.MA. selaku Mantan Kepala Sekolah SMK TI PATRIA DHARMA dan mantan Sekretaris Yayasan Sosial Unat Beragama Buddha. Bapak SISI memberikan dorongan moral kepada umat Buddha dan kepada Siswa – siswi Sekolah Perguruan Patria Dharma, agar terus maju dan ciptakan perubahan-perubahan baru yang bersifat positif untuk perkembangan kita semua.

Bapak Jayanto, yang didampingi bapak Sisi bersedia mengisi Ceramah Dharma yang sangat bermanfaat bagi umat Buddha di Selatpanjang. Perlu di ketahui bahwa bapak Jayanto datang dari Ibukota Jakarta, dan beliau adalah pengelola DBS yaitu pesan Dharma lewat SMS yang pernah kita terima pesannya ( bagi yang mendaftar tentunya )

Pada kesempatan itu Bapak Jayanto memberikan Ceramah Dharma tentang Agama Buddha yang memiliki ajaran yang sangat mulia. Dan kita sangat bersyukur bisa bertemu dengan ajaran Buddha yang luar biasa. Sang Buddha mengajarkan untuk mendidik umatnya untuk bersikap Mandiri, Berani, Tanggung Jawab dan Menghadapi Masalah dengan pikiran yang Realistis. Bapak Jayanto juga berpesan ” Jangan tinggalkan Tradisi yang dimiliki oleh Suku Tionghoa yang ada di Selatpanjang, karena ini merupakan Kekayaan kita dan perlu di pertahankan. ” Karena didalam Ajaran Buddha pun mengatakan kita jangan percaya dulu pada kabar angin yang sedang semarak, pada Tradisi yang ada, pada Kitab suci yang ada, bahkan kepada Sang Buddha Sendiri, JANGAN PERCAYA DULU. Tetapi hal tersebut harus dibuktikan dengan datan, melihat dan merasaka, hal itu jika bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri dan tidak merugikan mahkluk lain maka : LAKSANAKANLAH !!!!!

Jadi hal ini sangat bermanfaat sekali bagi kita dan sudah pasti kita bertindak itu harus hati-hati agar tidak merugikan sesama. Itulah kira – kira kesimpulan dari Ceramah Dharma yang disampaikan oleh BAPAK JAYANTO.

Setelah acara selesai kemudian Bapak Ationg membagi-bagikan gambar Buddha, dan membagikan ANGPAU untuk mereka terutama anak-anak yang hadir dalam kebaktian.

Mereka semua merasa senang dan berbahagia, karena dalam tradisi Tionghoa hari itu adalah Hari Raya yang jatuh satu tahun sekali. Dengan dandanan dan pakaian yang mewah, dan warna rambut yang warna-warni ( anak Muda ) mereka akhirnya pulang kerumah masing – masing untuk berkumpul dengan makan dan minum bersama keluarga.

Begitulah kira-kira suasana hari Raya IMLEK diVihara Patria Dharma Selatpanjang.Semoga Semua Mahkluk Hidup Berbahagia…………..

Semogalah………………………………………..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: