APA ITU ULAMBANA

    TI CANG WANG PHU SA   Ulambana arti harafiahnya “digantung terbalik”, maksudnya derita orang yang telah meninggal bagaikan orang yang digantung terbalik (kepala dibawah)

Tradisi ulambana konon sudah dimulai sejak zaman kuno. Dalam Mahabharata bab I:13, 14, 45 dan 48 pun ada cerita tentang ulambana ( Maksudnya sejak zaman itu sudah ada tradisi upacara penyelamatan arwah leluhur)

Dari Dinasti Liang (538) sampai Dinasti Tang, hari ulambana dirayakan dengan memberikan persembahan kepada Buddha dan Sangha ( baik oleh Raja ataupun Umat awam ). Pada Dinasti Song, ulambana mulai mengutamakan menyembayangi arwah orang mati dengan mambakar uang(arwah) dan baju kertas. Tradisi berdana kepada Buddha dan Sangha mulai memudar. Dalam kalangan Bhiksu mulai muncul kritikan terhadap penyimpangan ini. Lalu diajukan pendapat kompromi : Siang memberi persembahan kepada Tri Ratna, malam menolong para Arwa. Tetapi pendapat ini kurang mendapat sambutan.

Dewasa ini di Vihara-vihara ( di Taiwan ), saat ulambana, selain ada pembacaan sutra dan memberi dana makanan kepada arwah, juga ada pemberian dana makanan kepada para Bhiksu. Akhir-akhir ini di sejumlah kalangan Buddhis Taiwan mulai menetapkan hari tersebut sebagai hari Sangha. Dalam masyarakat Awam, hari tersebut dipercayai sebagai hari pembukaan Gerbang Neraka, Setan kelaparan dilepas. Oleh sebab itu banyak yang menyembelih hewan untuk dipersembahkan kepada para arwah dan para pendeta Taoist turut pula di undang untuk menyembayangi para arwah.

(disadurkan dari “Kamus Besar Fo Kuang (Sinar Buddha)”)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: